twitter


A.    Pengertian dan Manfaat Budaya Kerja
1.                1. Pengertian Budaya Kerja
Merupakan seperangkat sistem yang nampak dalam nilai-nilai kerja, yang diperjuangkan dan diwujud-nyatakan menjadi satu tatanan manajemen yang berkualitas. Hal ini akan tercermin dari sikap yang menjadi perilaku, kepercayaan, cita-cita, pendapat dan tindakan yang diwujudkan di dalam bekerja.
2.              2.  Manfaat Budaya Kerja
Budaya kerja yang dilaksanakan secara baik dapat mengubah sikap dan perilaku Sumber Daya Manusia ( SDM ) dalam pencapaian produktivitas kerja yang lebih tinggi.
3.             3.   Manfaat dari budaya kerja antara lain :
 a.  Menjamin hasil kerja dengan kualitas yang terbaik.
 b. Membuka seluruh jaringan komunikasi, keterbukaan, kebersamaan dan  kekeluargaan.
 c. Lebih mudah untuk menemukan kesalahan dan cepat untuk   memperbaikinya.

 d. Cepat menyesuaikan diri dengan dunia luar.
 e. Mengurangi laporan berupa data dan informasi yang salah.
 f. Meningkatnya kepuasan di dalam bekerja.
 g. Membuat pergaulan menjadi lebih akrab.
 h. Meningkatnya tingkat kedisiplinan di dalam kerja.
 i. Mengurangi pengawasan secara fungsional.
 j. Mengurangi tingkat absensi dan pemborosan.

B.     Faktor-faktor Psikologis
1.      Diri Manusia yang mampu berubah
               Menurut Stephen Covey dalam buku First Thinks First menjelaskan adanya potensi kemampuan manusia sebagai prasyarat mewujudkan sebuah komitmen, artinya manusia sebagai makhluk yang dinamis sehingga mempunyai kemampuan untuk melakukan suatu perubahan terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya. Hal ini disebabkan oleh :
a.       Kesadaran diri
            Setiap manusia yang ingin berubah harus memiliki kesadaran mengintrospeksi diri sendiri dan diarahkan pada nilai-nilai maupun kepentingan sosial.
b.      Hati nurani
            Setiap manusia memiliki hati nurani, sehingga manusia mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
c.       Kehendak bebas
            Sebagai pribadi yang otonom, masing-masing manusia mempunyai kehendak bebas untuk melakukan sebuah tindakan, tapi tidak identik dengan kebebasan. Kehendak bebas lebih menunjuk pada situasi kemandirian, tidak terkekang dan dilakukan atas dasar tanggung jawab.
d.      Imajinasi kreatif
         Dalam diri manusia terdapat imajinasi kreatif, dimana seseorang mampu meramalkan keadaan dimasa yang akan datang, dengan menciptakan ide-ide baru secara kreatif dan inovatif.
Ke 4 faktor psikologis manusia yang diberikan Tuhan perlu dibina dan dilatih sehingga menjadi suatu prilaku nyata yang dapat disesuaikan dengan kondisi tertentu.
   2. Nilai-nilai Menjadi Kenyataan Perilaku
        adalah aspek potensi kekuatan budaya untuk mendukung manajemen, yaitu:
a.       Aspek kekuatan
         Sangat ditentukan oleh individu yang menduduki posisi penting dalam suatu perusahaan.
b.      Aspek peran
            Menentukan setiap individu saling berintekrasi sesuai dengan jabatan, prosedur peraturan dan profesional.\
c.       Aspek tugas
d.      Agar dapat melakukan penelitian dan pengembangan tugas.
e.       Aspek pribadi
f.       Secara pribadi individu dalam struktur kolektif dapat menentukan kerja sama.
g.      Aspek ketepatan
h.      Setiap individu mampu mempertemukan budaya dengan tuntutan eksternal dan hambatan internal yaitu selaras, serasi dan seimbang.

   3. Kepemimpinan
      Untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, kedudukan pimpinan dalam suatu organisasi sangat menentukan keberhasilan atau kegagalan dalam pencapaian tujuan, karena itu orang selalu mencari model kepemimpinan yang sesuai dengan organisasi yang bersangkutan
      Ciri-ciri kepemimpinan yang baik yaitu :
         1.   Tidak mengenal kemenangan atas dasar mayoritas.
         2.   Terjadinya kerjasama antara atasan dan bawahan.
3. Atasan dan bawahan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
         4.   Dapat memecahkan masalah dengan cara musyawarah dan mufakat.
5. Pergaulan di lingkungan kerja didasari rasa kekeluargaan dan kasih sayang.

   4. Kerja Sama Melalui Kelompok
      Untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif diperlukan kerja sama, sehingga mereka akan berhasil menciptakan iklim yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan tersebut secara vital sehingga berpengaruh pada perkembangan organisasi dan usahanya.
   5. Back To Basic Management
Artinya kembali kepada manusia itu sendiri, karena SDM pada dasarnya mampu melakukan suatu perubahan terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya.
   6. Sinergi
      Merupakan keterpaduan seluruh sumber daya organisasi yang selaras, serasi dan seimbang untuk mencapai tujuan yang optimal secara efektif, efisien dan memuaskan.
   7. Disiplin
Disiplin harus mampu ditanamkan pada seluruh SDM dengan cara sebagai berikut :
         a. Mengenal dirinya sendiri.
         b. Mendisiplinkan diri.
         c. Memimpin dengan keteladanan.
         d. Menanamkan semangat kemandirin.
         e. Menghindari sikap dan prilaku negatif.
         f. Menganggap disiplin sebagai cerminan ibadah.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Memelihara Dan Menjaga Budaya Kerja Di Lingkungan Kerja.
1.      Pengertian Lingkungan Kerja
Yaitu kondisi atau keadaan yang mempengaruhi orang-orang untuk dapat bekerja dengan lebih baik dan produktif . Jadi untuk mencapai tujuan organisasi, perlu diciptakan lingkungan kerja yang kondusif agar setiap individu mampu mengaktualisasikan diri berdasarkan pada nilai-nilai yang disepakati dan mengarah pada tujuan organisasi.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memelihara dan menjaga budaya kerja di lingkungan kerja adalah :
    * Adanya suatu tantangan, keterlibatan dan kesungguhan.
    * Adanya suatu kebebasan di dalam mengambil keputusan.
    * Adanya waktu yang tersedia untuk memikirkan ide-ide baru.
    * Memberikan suatu kesempatan atau peluang untuk mencoba ide baru.
    * Tinggi rendahnya tingkat konflik.
    * Keterlibatan di dalam tukar pendapat.
    * Kesempatan untuk mengeluarkan humor, bercanda dan bersantai.
    * Tingkat saling kepercayaan dan keterbukaan.
    * Keberanian menanggung resiko.

Contoh:
Seorang pimpinan harus bisa mengendalikan sifat egois pegawainya, dengan tidak bersikap pilih kasih dan berusaha bersikap professional dalam pembagian kerja. Jika terjadi perselisihan dalam lingkungan kerja, maka pimpinan harus bisa bersikap bijaksana dalam menyelesaikan masalah yang ada, sehingga tidak muncul hal-hal yang membuat pegawai merasa tidak nyaman dan malas masuk kerja.

Dengan terciptanya lingkungan kerja yang kondusif, maka akan terbuka suatu kesempatan yang sangat luas untuk berkembangnya proses belajar atau saling belajar satu sama lain dalam bekerja. Mereka akan lebih bersemangat di dalam memecahkan semua persoalan yang timbul, baik dari dalam maupun luar organisasi.
Sabtu, 26 Mei 2012 | 0 komentar | Label:

0 komentar:

Poskan Komentar